Aswatama merupakan putra Resi Durna dengan Dewi Krepi. Awalnya ia berkaki kuda karena ibunya pernah berubah wujud menjadi kuda terbang saat menolong Durna menyebrangi sungi. Bersama Kurawa dan Pandawa, ia ikut berlatih militer di bawah ajaran ayahnya. Ia merasa iri saat ayahnya mengumumkan bahwa Arjuna merupakan murid terbaiknya. Hal itu membuatnya bersahabat baik dengan Duryudana dan bergabung dengannya saat perang Baratayuda. Bergabungnya Aswatama dengan Kurawa juga memaksa Durna ikut membela Kurawa. Saat berlangsung, beredar kabar bahwa Aswatama telah tewas oleh Bima yang menyebabkan Durna menjadi putus asa, padahal yang tewas bukanlah anaknya, melainkan gajah bernama Aswatama. Saat perang, Aswatama mengetahui Prabu Salya yang diam-diam membantu Pandawa. Ia melaporkan kejadian tersebut kepada Duryudana namun justru dihardik karena jabatan Salya yang tinggi sebagai senopati agung sekaligus mertua Duryudana. Aswatama yang sakit hati kemudian menyusup ke kediaman para Pandawa membunuh para putra & putri Pandawa. Ia juga hendak membunuh bayi Parikesit namun dirinya justru tewas terkena panah yang ditendang Parikesit.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang #AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





