Burisrawa merupakan putra Prabu Salya dengan Dewi Setyawati. Namun demikian, pada versi Kitab Mahabarata, Burisrawa bukanlah putra Salya, melainkan Somadata. Saat Prabu Salya meminang Setyawati, ia membunuh mertuanya, Resi Bagaspati, yang berwujud raksasa demi mendapatkan ajian miliknya. Sang resi pun mengutuk Salya bahwa ia akan memiliki anak berwujud raksasa. Maka Burisrawa memiliki wajah yang sangat jauh berbeda dengan orang tua dan saudaranya. Burisrawa sangat cinta dengan Dewi Sembadra. Meskipun sang dewi menolaknya, ia tetap berusaha membujuknya. Suatu ketika Burisrawa menghunus keris untuk menakuti Sembadra agar mau mendekatinya. Alih-alih menghindar, sang dewi justru menusukkan keris ke tubuhnya. Saat perang Baratayuda, Burisrawa berhadapan dengan Setyaki. Berkat kesaktianya, Setyaki berhasil diringkus dan hendak dipenggal kepalanya. Mengetahui Setyaki dalam keadaan sulit, pada saat yang tepat Kresna menguji kemampuan Arjuna dengan memintanya memanah sehelai rambut yang merupakan rambut Burisrawa. Arjuna melepaskan panah andalannya dan tepat mengenai rambut serta leher Burisrawa sesaat sebelum ia hendak memenggal kepala Setyaki. Akhirnya Setyaki berhasil selamat dan Burisrawa gugur.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang#AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





