Bilung disebut juga Sarawita. Ia merupakan sahabat Togog dan selalu menemaninya kemanapun pergi, termasuk saat mendampingi para satria dan raja berwatak angkara yang menjadi tugas utama. Pada cerita yang dramatis, Bilung tercipta dari kulit ciptaan Sang Hyang Tunggal. Selain kulit, putih, dan kuning telur yang masing-masing berubah menjadi Sang Hyang Antaga, Ismaya, dan Manikmaya, maka kulit selaput berubah wujud menjadi Sang Hyang Sarawita. Saat mengikuti sayembara menelan gunung untuk memperebutkan kekuasaan, alih-alih menelan gunung yang benar, Sarawita justru menelan gunung berapi yang kemudian meletus di dalam tubuhnya hingga membuatnya kecil dan jelek. Saat mendampingi tuannya, ia selalu berusaha memberikan nasehat yang baik. Namun adakalanya ia jengkel karena nasehatnya tak pernah didengarkan dan justru dirinya memberikan nasehat yang buruk agar tuannya celaka. Tingkahnya sangat jenaka dan selalu berhasil mengundang tawa. Beberapa dalang kadang memainkan tokoh ini dengan campuran antara bahasa Jawa dan Melayu karena meyakini Bilung berasal dari tanah seberang (luar Jawa).
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang#AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





