Awalnya bernama Sumantri yang merupakan putra Resi Suwandagni. Pada lakon Sumantri Ngenger, dikisahkan ia ingin mengabdi kepada orang yang melebihi kesaktiannya. Sasarannya adalah Prabu Arjunasasrabahu di Mahespati. Sebelum mengabdi ia mendapat tugas untuk melamar Dewi Citrawati, Sumantri meminta agar Arjunasasrabahu berperang dengannya untuk membuktikan siapa yang lebih sakti. Ia kalah setelah sang prabu bertiwikrama menjadi raksasa sebesar gunung. Sumantri kemudian menjadi mahapatih di Mahespati dan bergelar Suwanda. Suatu ketika, Suwanda mendapat tugas memindahkan taman Sriwedari dari kahyangan ke Mahespati demi memenuhi permintaan Dewi Citrawati. Ia putus asa karena permintaan tersebut mustahil ia lakukan. Kesedihan Suwanda rupanya diketahui adiknya, Sukrasana yang berwujud raksasa. Meskipun memiliki rupa mengerikan, namun Sukrasana sakti luar biasa karena ia adalah kekasih dewa. Selain itu, Sukrasana sangat sayang terhadap kakaknya, hanya saja Suwanda agak malu dengan adiknya yang berwujud raksasa.
Berkat kesaktian Sukrasana, taman Sriwedari berhasil dipindahkan. Sukrasana kemudian memohon kepada Suwanda agar turut serta mengajaknya tinggal di istana. Suwanda akhirnya mengijinkan asal Sukrasana tidak menampakkan diri kepada keluarga raja. Suatu ketika Dewi Citrawati berkeliling di taman dan mendapati Sukrasana sedang tertidur, ia teriak histeris hingga menyebabkan kerajaan gaduh. Suwanda menjadi marah dengan Sukrasana. Ia kemudian menakutinnya dengan anak panah. Sayangnya tanpa sengaja anak panah terlepas hingga menjemput nyawa Sukrasana. Suwanda sangat menyesal dan sedih. Kemudian ia mendengar suara bahwa Sukrasana akan menjemput ajal Suwanda kelak jika ada peperangan besar. Akhir hayat Suwanda dikisahkan saat berperang melawan Rahwana, ia gugur setelah terkena gigitan Rahwana yang dirasuki arwah Sukrasana. Sesungguhnya Sukrasana hanya ingin masuk surge bersama kakaknya karena rasa cintanya. Kesetiaan Suwanda terhadap Mahespati mengilhami KGPAA Mangkunegara IV dalam serat tripama. Suwanda bersama Karna dan Kumbakarna menjadi satria utama yang selalu menomorsatukan kepentingan negara di atas kepentingan yang lain.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang
#AkuCintaBudayaIndonesia
agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak
cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang
yaa! 🙂





