Bathara Narada awalnya bernama Kanekaputra dan berwajah tampan. Ia bertapa dan mengakibatkan kahyangan gaduh hingga Bathara Guru turun tangan untuk menghentikannya. Keduanya terlibat pertempuran sengit namun tidak ada yang menang meskipun wujud Narada berubah menjadi kecil, bulat, dan jelek. Bathara Guru kemudian memberikan Narada kedudukan sebagai penasehat dan tangan kanannya di kahyangan Jonggring Saloka. Posisi Narada dalam pewayangan Jawa sangat istimewa, ia menjadi sesepuh kahyangan bahkan Bathara Guru setiap memanggilnya dengan sebutan “kakang”. Ia begitu disegani bahkan oleh para dewa dan satria di mayapada. Narada juga tidak lelah dalam mengingatkan Bathara Guru setiap kali lalai dan justru terjerumus mendukung angkara murka. Narada kerap turun ke bumi menjadi utusan dewa untuk memberikan hadiah berupa ajian atau pusaka kepada satria yang berhasil melakukan tapa bratanya. Pada versi India, kisah Narada sangat berbeda. Ia adalah seorang resi pemuja Dewa Wisnu dan diberukan anugrah kesaktian luar biasa oleh Wisnu.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang#AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





