Raden Bima atau Werkudara adalah putra kedua Prabu Pandu Dewanata dengan Dewi Kunthi. Ia merupakan sosok yang kuat, garang, namun berhati lembut. Bima menjadi pelindung bagi saudara-saudaranya saat Kurawa melancarkan niat jahat kepada mereka. Bima tidak pernah berbicara dengan bahasa halus termasuk kepada raja dan dewa, hal tersebut dimaknai sebagai simbol kesucian dan kesetaraan. Suatu ketika, Bima diminta sang guru, yakni Resi Durna, untuk mencari air perwitasari. Sesungguhnya perintaj sang resi hanyalah tipu muslihat untuk membunuh Bima. Namun demikian, Bima justru bertemu dengan Dewa Ruci dan diajarkan ilmu sangkan paraning dumadi. Bima memiliki ayah angkat bernama Bathara Bayu dan ia dikaruniai kesaktian berwujud kuku Pancanaka. Ia juga memiliki senjata andalan bernama Gada Rujakpolo. Saat perang Baratayuda, ia berhadapan langsung dengan raja Astinapura, Prabu Duryudana. Keduanya sama-sama piawai menggunakan senjata gada dan berguru pada orang yang sama, yakni Prabu Baladewa. Setelah memasuki hari ke-18, Duryudana gugur setelah Bima menghantam pahanya dengan gada. Akhir hayat Bima dikisahkan setelah perang Baratayuda berlangsung, ia bersama dengan para Pandawa melakukan moksa.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang #AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





