Dewi Drupadi merupakan putri Prabu Drupada dari Kerajaan Pancala. Suatu ketika Drupada mengadakan sayembara memanah, barang siapa yang berhasil maka berhak meminang Drupadi. Banyak pangeran yang gagal mengikuti sayembara hingga akhirnya Karna berhasil. Namun Drupadi menolak menjadi istri Karna karena dia hanyalah anak seorang kusir. Tak lama kemudian Raden Arjuna naik ke panggung sayembara dan berhasil memenangkannya. Arjuna kemudian memboyong Drupadi sehingga Karna sangat merasa sakit hati. Saat Arjuna memberitahu ibunya, Dewi Kunthi, bahwa ia pulang membawa hadiah, sang ibu meminta agar hadiah tersebut dibagi rata untuk semua Pandawa. Kemudian Dewi Kunthi terkejut mengetahui bahwa hadiah yang dimaksud adalah seorang wanita, Akan tetapi ia tidak ingin menarik ucapannya. Kemudian Drupadi menjadi istri seluruh Pandawa. Namun demikian, dalam pewayangan Jawa, Drupadi hanya menjadi permaisuri dari Prabu Puntadewa. Hal ini disebabkan saat itu wayang kulit menjadi dakwah agama Islam oleh para Wali Songo, dimana Islam tidak memperbolehkan poliandri.





