Dursasana merupakan putra Prabu Destarata dengan Dewi Gendari. Ia adik Duryudana dan merupakan anggota Kurawa. Saat Pandawa kalah bermain dadu dengan Kurawa, ia menjambak rambut Dewi Drupadi yang menjadi taruhan dari Pandawa dan kemudian menelanjanginya. Namun berkat bantuan Kresna, pakaian Drupadi tidak ada habisnya hingga Dursasana kelelahan. Drupadi pun bersumpah bahwa ia tidak akan menyanggul rambutnya sebelum keramas dengan darah Dursasana. Saat perang Baratayuda, ia sempat diangkat menjadi pewaris mahkota Astinapura setelah Lesmana Mandrakumara atau anak Duryudana gugur. Dursasana terlihat pertempuran sengit dengan Bima hingga ia tak berdaya. Duryudana datang memohon kepada Bima agar Dursasana diampuni dan ia menjanjikan takhta Astinapura sekaligus mengakui kemenangan Pandawa saat itu juga. Bima sempat bimbang sebelum akhirnya Kresna datang dan menasehati agar Bima menunaikan sumpah Dewi Drupadi. Kresna berkata bahwa tanpa memberi ampunan kepada Dursasana, kelak Pandawa akan menang. Emosi Bima tersulut kembali dan kemudian ia menusuk dada Dursasana dengan kuku pancanaka. Darah Dursasana kemudian dipersembahkan kepada Dewi Drupadi.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang #AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





