Sebenarnya Karna merupakan kakak tertua dari Pandawa. Suatu ketika Dewi Kunti mencoba membaca mantra pemanggil dewa pemberian Resi Duwarsa dengan memanggil Dewa Surya. Akibatnya, sang dewi mengandung bayi dan membuatnya sangat cemas karena dirinya masih perawan. Atas pertolongan Dewa Surya juga, Kunti melahirkan anaknya melalui telinga. Demi menjaga nama baiknya, bayi tersebut dihanyutkan ke sungai dan ditemukan seorang kusir Kerajaan Astinapura bernama Adirata. Orang tua angkat Karna mengasuhnya dengan penuh kasih sayang. Suatu saat, Resi Durna mengumumkan bahwa Arjuna merupakan murid terbaiknya dalam hal memanah. Karna maju hendak menantangnya, namun seorang tetua istana mencegahnya dan mengatakan bahwa yang berhak menantang Arjuna hanyalah golongan kesatria. Karna kemudian tertunduk malu dan meminta maaf sebelum Duryudana maju membelanya. Bahkan Duryudana memberikan kedudukan kepada Karna menjadi seorang adipati di Awangga agar ia bisa menandingi Arjuna. Dewi Kunti sangat terkejut mengetahui Karna adalah anaknya.
“Aku tidak membela angkara murka, namun menunaikan sumpah setia kepada sahabatku, Duryudana. Biarlah aku mati menjadi tumbal demi kebahagiaan adik-adikku, Pandawa.”
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang #AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





