Kresna merupakan putra Prabu Basudewa dan menjadi saudara dari Baladewa dan Sembadra. Kresna berkulit hitam, sedangkan Baladewa berkulit putih. Ia diyakini sebagai titisan Wisnu dan menjadi tokoh penting dalam cerita Mahabarata. Kresna menjadi penasehat agung Pandawa, yang merupakan sepupunya karena Dewi Kunti adalah adik dari Basudewa. Kresna disebut sebagai seseorang yang ngerti sadurunge winarah atau bisa meramalkan suatu kejadian. Selain itu, ia memiliki pusaka sakti bernama Cakra dan Bunga Wijayakusuma yang sanggup menghidupkan orang mati sebelum takdirnya. Prabu Kresna bertakhta di Kerajaan Dwarawati setelah berhasil mengalahkan Prabu Narasinga. Kresna selalu muncul saat Pandawa mengalami kesulitan. Misalnya saat Drupadi ditelanjangi oleh Dursasana karena Pandawa kalah main dadu, Kresna menjadikan pakaian Drupadi tidak habis saat ditarik oleh Dursasana. Sebelum perang Baratayuda meletus, Kresna mendatangi Kurawa sebagai duta bagi Pandawa untuk membawa pesan damai. Namun demikian, kedatangannya justru direndahkan oleh Kurawa berkat hasutan Sengkuni. Kresna sempat marah dan berubah wujud menjadi raksasa (tiwikrama).
Hampir sebagian cerita Mahabarata terutama pada saat perang Baratayuda merupakan scenario dari Kresna. Ia berada di pihak Pandawa saat perang Baratayuda, namun dirinya tidak membawa senjata apapun bahkan tidak ikut berperang secara langsung sesuai janjinya kepada Duryudana sebelum perang meletus. Ia menjadi kusir bagi Arjuna dan selalu memberikan nasehat kepadanya yang kemudian dinamakan Bhagawadgita. Beberapa peran penting dari Kresna adalah membujuk Baladewa dan Antasena tidak ikut berperang karena berpotensi akan mengacaukan perang, memerintahkan Nakula dan Sadewa untuk berhadapan dengan Salya, meminta Bima membunuh gajah Aswatama agar bisa memukul mundur Resi Durna, menjadikan Srikandi sebagai jago menghadapi Bisma karena ia tahu bahwa hanya Srikandi yang dapat menjemput ajal Bisma, memberikan petunjuk agar Bima memukul bagian paha Duryudana karena ia tahu bahwa itu merupakan titik lemah Duryudana, membujuk Arjuna agar melepaskan panah saat Karna tidak dalam posisi siap karena sedang mengangkat roda kereta yang terperosok, dan masih banyak lagi.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang#AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





