Togog merupakan tokoh pewayangan Jawa yang tidak terdapat dalam Kitab Mahabarata. Suatu ketika, Sang Hyang Tunggal menciptakan sebuah telur. Kemudian telur tersebut berubaj wujud. Kulit telur berubah menjadi Sang Hyang Antaga, putih telur menjadi Sang Hyang Ismaya, dan kuning telur menjadi Sang Hyang Manikmaya. Suatu hari Sang Hyang Tunggal menunjuk Sang Hyang Manikmaya untuk menjdai penguasa kahyangan. Hal ini membuat kedua anaknya yang lebih tua merasa iri. Sang Hyang Antaga dan Ismaya kemudian menantang Manikmaya. Mereka mengadakan sayembara unjuk kesaktian, barang siapa berhasil memakan gunung dan memuntahkannya kembali maka dia yang berhak menguasai kahyangan. Sang Hyang Antaga kesulitan menelan gunung bahkan membuat mulutnya robek, akhirnya ia menjadi bermulut lebar dan kemudian disebut Togog. Giliran selanjutnya adalah Sang Hyang Ismaya. Ia sukses menelan gunung namun tak berhasil memuntahkannya kembali. Akibatnya tubuhnya menjadi besar dan diberi nama Semar. Belum tiba giliran Sang Hyang Manikmaya karena gunung masih ada dalam perut Sang Hyang Ismaya, tiba-tiba Sang Hyang Tunggal datang dan murka mengetahui adanya sayembara itu.
–
Ayo menjadi generasi #AkuCintaWayang#AkuCintaBudayaIndonesia agar budaya kita yang adi luhung ini selalu lestari! Mau tau lebih banyak cerita tokoh wayang? Follow @ceritawayang yaa! 🙂





