Bagong merupakan salah satu anggota Punokawan dan murni karangan pujangga Jawa. Saat Semar turun ke bumi, ia merasa kesepian hingga akhirnya tercipta Bagong dai bayangannya yang kemudian diangkat menjadi anak. Bagong adalah tokoh paling lugu atau jenak dan kurang mengerti tata krama. Namun demikian, sifatnya itulah yang selalu berhasil mengundang tawa. Ia bertubuh bulat dan bermata besar sehingga terlihat lucu. Selama menemani tuannya dalam mengemban amanah sebagai kesatria, kadang-kadang Bagong bersikap menjengkelkan namun tidak berhasil membuat tuannya marah. Bahkan saat tuanya sedang sedih, Bagong bersama Punokawan lain selalu berhasil membuat tuanya terhibur dan semangat lagi. Itulah hidup, di balik kaku dan kerasnya hidup ada orang yang berusaha hadir dengan tawa dan canda. Dunia tak akan “hidup” tanpa tawa dan canda, karena hati yang damai dan penuh suka cita adalah harga di atas segalanya.




